SUHARDIYANTO

HIDUP ADALAH JEJAK PENGABDIAN


Bagaimana perasaan Anda jika dibohongi oleh orang yang paling disayangi? Apalagi pembohong itu adalah orang tua kita sendiri? Hati siapapun akan teriris jika momen itu terjadi dalam kehidupannya. Bohong memang menyakitkan, tapi lebih menyakitkan lagi, jika dibohongi oleh mereka yang kita cintai.

"Grrruuuuukkkk" suara kaca bergetar disertai lantai yang mulai bergoyang. Dua kali suara itu bergemuruh merobek sunyi. "Gempaaaaa!" teriak ummi. Saya langsung bangun dan memeluk Husain. Dalam hitungan detik, kami bertiga pontang panting bergegas meninggalkan rumah.

Salah satu nikmat Tuhan yang sering di sepelekan manusia adalah nikmat sehat. Karunia ini baru dirasakan begitu berharga setelah manusia dicubit oleh rasa sakit : yang dicubit stroke baru melek akan nikmat berjalan, yang disentak sariawan langsung sadar akan bahagia bermulut sehat, yang dirisak galau kufur nikmat pada dia yang selalu menerbitkan bahagia, yang jomblo akut keep istiqomah di jalan yang baik-baik yah! Kok bisa nyasar ke jomblo :-)

Jum'at dress kali ini bertema coklat. Husain mengenakan jubah pemberian Ummi ; saya memakai baju koko pemberian ayah mertua ; adik saya memilih baju batik pemberian saya.

Masjid yang kami pilih masih sama dengan jum'at yang lalu : musholla kampus muhammadiyah.

Ini kali kedua saya mengajak husain sholat jum'at bareng. Tadinya masih ragu ngajak anak 2,5 tahun ke masjid. Takutnya dia ngamuk-ngamuk atau nangis sambil guling-guling. Kan bisa berabe.

Diriwayatkan ummu husain dari mas tong-tong yang sering lewat depan rumah : "Bocah itu (baca : Husain) membawa es krim dengan kedua tangannya. Namun naas, karena tak melihat butiran pasir di depan jalan, kakinya terpeleset dan jatuh. Tangis anak itu pecah sejadi-jadinya. Bukan karena perihnya luka, tapi karena es krimnya tumpah berceceran di tanah.


Semua manusia sama, tak ada yang luput dari masalah. Yang beda, bagaimana menyikapinya. Ada yang suka menghadapi masalah dengan sharing bersama teman ; ada yang mencoba menghilangkan masalah dengan curhat ; ada yang melampiaskan pada hal-hal negatif--narkoba atau meneguk minuman keras ; ada juga yang alay menumpahkan masalah dengan mengeluh via medsos. Dua hal yang saya sebut terakhir, sebaiknya dihindari.

Berdasarkan hasil pengamatan papa muda, sebagian besar kejahilan husain, terjadi karena dia ingin diperhatikan. Ingin dimengerti. Ingin diajak main.

Biasanya, jika tak bertemu kawan main, giliran orang tua yang dipaksa main. Mau tidak mau, harus mau. Sibuk tidak sibuk, harus sisihkan waktu untuk anak. Jika tidak, bersiaplah dikerjain dengan kejahilan dan tingkah lebaynya.
Untuk apa anda belajar?
Pertanyaan ini mungkin sederhana, namun jawabannya bisa njlimet jua berbeda beda. Tergantung personnya masing-masing.

Malam ini saya bertemu lagi dengan anak anak cerdas di elfarooq writing class. Kelas ini berisi 9 anak yang memiliki kelebihan masing masing : Ada atin yang bijak dan pengen jadi guru agama ; Ada si cantik imel yang bercita cita jadi pramugari ; Ada si lembut feti yang rindu jadi guru; Ada desra yang penuh kasih sayang; Ada putri yang malu malu namun selalu membantu teman; Wanda yang riang dan selalu tersenyum; Nanda yang super duper kreatif; Elsa yang begitu ramah; Jua sofia yang riang dan piawai merangkai kata kata. Tak ketinggalan saya, guru muda lulusan sarjana industri. Hehehe... jurusan saya memang tidak nyambung.



Cinta adalah penjara yang ngangenin. Yang membuat penghuninya bahagia dijeruji. Seperti yusuf yang memilih bui tinimbang berkasih dengan zulaikha, cinta membuat kita kangen dibelenggu. Tersipu genit dirantai rindu.



Nak, pernahkah kau lihat cacing, mahluk kecil tak berkaki yang mengeluh sambil membentur-benturkan kepalanya di dinding? Atau elang yang menukik tajam ke bebatuan karena frustasi tak mendapat mangsa? Ketahuilah, hanya manusia, mahluk yang manja pun piawai berkeluh kesah.



Romantis diawal nikah itu biasa. Namun jika masih bebs-bebsan diusia tua, itu baru luar biasa.

Saya kerap terpukau dengan pasangan tua yang selalu romantis. Yang masih genit-genitan walau sudah bau tanah. Yang suka belai-belaian meski kulitnya penuh keriput. Yang doyan sun-sunan walau giginya tinggal dua.



Siapa bilang kita dijajah belanda 350 tahun dan jepang 3,5 tahun. Memang apa yang dijajah? negara? Wong negara ini baru lahir tahun 1945.

Saya sependapat dengan presiden negeri jancuk (sudjiwo tedjo) : Yang dijajah bukan negara, melainkan sebagian kerajaan di nusantara. separuhnya lagi, tetap berjuang hingga tetes darah penghabisan.



Selain wadah menampung kebahagian, menulis adalah rapor perkembangan anak. Dengan merekam setiap moment bersama husain, tak sadar saya mengumpulkan informasi berharga tentang anak saya. Mulai dari perkembangan aksara, suasana hati, minat, bakat, atau perkembangan fisik. Seperti kemarin, saya baru tahu kalau pipinya sudah mulai tembem dan agak gemukan.



Kalau tidak salah, marlyn monroe pernah berkata "anak yang kurang mendapat kasih sayang ayah, akan mencari mencari kasih sayang ayahnya dari ranjang ke ranjang lelaki lain"

Melihat pola pergaulan anak muda sekarang, saya merasa ngeri bercampur pilu. Baru baru ini koran lokal mewartakan tindak perkosaan seorang guru ngaji di Buton tengah. Korbannya adalah anak yang kebetulan masih bersebelahan rumah. Di Buton selatan, seorang kakek tega memperkosa cucunya sendiri. Edannya, tindak bejat itu telah digarap selama dua tahun. Di sekolah unggulan kota baubau santer terdengar foto ciuman dan kasus aborsi. Eh, bocah ingusanpun tak mau ketinggalan, dengan gilanya mereka melakukan tindakan tak senonoh di dalam kelas di sekolah dasar negeri wilayah lamangga.

Alkisah, hiduplah seorang pemburu kesepian yang berkawan dengan beruang yang juga kesepian. Sebagaimana hukum dari persahabatan ( jiwa hanya bersua dengan yang identik) kedua mahluk ini berjodoh dalam sepi. Dimana ada beruang disitu ada pemburu yang menemani. Pun sebaliknya, disaat si pemburu galau, sang beruang jua penerbit riang.

Setelah 'berpayung awan', celoteh husain yang memukau teranggit juga hari ini. "Abi, antar husain ke bulan"
Iya nak, abi akan mengantarmu kemana saja : Menjelajahi tujuh benua, lima samudera, bergelantungan di bulan, memetik bintang atau menyelami langit-langit semesta.

Baru saja saya membaca buku hebat dari seorang psikolog pendidikan dunia. Namanya, Dr. Silberman. Buku hebat itu berjudul Active learning yang berisi 101 strategi mengajar aktif di kelas.

Seperti biasa, saya membacanya random. Mulai menguliti daftar isi yang menggigit. Bingo, jari saya tergigit disatu judul strategi yang unik ; Learning Jurnal. Strategi ini berbicara tentang jurnal belajar. Intinya, setiap siswa diakhir pembelajaran menjelaskan tentang pengalaman dalam belajar : apa yang tidak dimengerti, kemampuan guru mengajar, suasana kelas, atau kondisi hati, pikiran bahkan lamunan dalam kelas. Pengalaman-pengalaman itu dituangkan dalam satu jurnal belajar.

Husain sudah tidur. Umminya juga ikut ikutan tepar tak mau diganggu. Jadilah papa muda sendiri malam ini. Tak ada yang menemani.

Biasanya husain jago bergadang. Bocah itu selalu saja kreatif menyibukan bapaknya. Entah bercerita tentang perseteruannya bersama uut atau bermain rumah-rumahan.

"Abi, mau? Kelapanya enak. Mari ummi suap"
Jangan sayang, kegenitan kita mendzolimi kaum jomblo. Romantis disela kesendirian orang lain adalah dosa sosial. Bisa saja ada jomblo yang rapuh jiwanya lagi menatap kita. Bisa jadi dia mengutuk diri sambil memamah kelapa lengkap dengan tempurungnya. Just kidding mas bro! jangan disila ke hati.

Cinta adalah penjara yang ngangenin. Yang membuat penghuninya bahagia dijeruji. Seperti yusuf yang memilih bui tinimbang berkasih dengan zulaikha, cinta membuat kita kangen dibelenggu. Tersipu genit dirantai rindu.

Ada yang menarik dari pelaksanaan UN Tahun 2014. Nurmilati Abadiah, siswi SMA Khadijah Surabaya, melayangkan surat terbuka untuk menteri pendidikan Indonesia. Surat yang berjudul “Dilematika UNAS: Saat Nilai Salah Berbicara” begitu berani menantang Muh. Nuh untuk mengerjakan soal UN.

“Saya tantang Bapak untuk duduk dan mengerjakan soal Matematika yang kami dapat di UNAS kemarin selama dua jam tanpa melihat buku maupun internet.Jika Bapak bisa menjawab benar lima puluh persen saja, Bapak saya akui pantas menjadi Menteri. Kalau Bapak berdalih 'ah, ini bukan bidang saya', lantas Bapak anggap kami ini apa? Apa Bapak kira kami semua ini anak OSN? Apa Bapak kira kami semua pintar di Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris sekaligus? Teganya Bapak menyuruh kami untuk lulus di semua bidang itu?”

Surat Nurmilati bukan surat biasa. Surat itu mewakili air mata 8.970 siswa SMA/MA dan SMK se-Indonesia yang tidak lulus UN 2014. Ribuan siswa dikategorikan tidak lulus hanya karena nilai UNnya tidak memenuhi standar kelulusan yang oleh Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP) ditetapkan nilai akhir paling rendah adalah 5,5 dan setiap mata pelajaran paling rendah mendapat nilai 4,0.

Apa sih kesaktian Empat koma nol dan lima koma lima itu? Kurang 0,0001 aja, Siswa harus menelan pil pahit dari pendidikan yang dijalaninya selama 3 tahun. Dengan angka sakti itu juga kualitas anak anda bisa ditentukan, apakah pantas melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi atau tidak. Anak Anda mungkin hafidz Al-Quran, namun jika tidak bisa menjawab soal kimia maka pupuslah kesempatan kuliah di fakultas pendidikan agama islam. Adilkah itu?


 Angka sakti itu juga menghapus mimpi siswa berprestasi. Salah satunya Melati Murti Pertiwi, Siswi berprestasi yang mendapat tawaran beasiswa perguruan tinggi di Jerman, Australia, dan Belanda dalam bidang psikologi. Melati harus menghentikan langkahnya hanya karena gagal dalam ujian matematika. (nostalgia.tabloidnova.com).

Demikian juga dialami Siti Hapsah, Siswi yang selalu menduduki peringkat satu dan juara umum dinyatakan lolos seleksi sebagai mahasiswa jurusan gizi Masyarakat dan Sumber daya keluarga IPB melalui jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK). Sayangya melati tidak bisa melanjutkan pendidikan karena tak lulus ujian nasional lantaran nilainya kurang 0,26. (nasional.news.viva.co.id)

Sungguh keramat ketetapan angka BSNP.Dengan deretan nilai itu saja, UN telah membuat trauma siswa senusantara.Virginia Endah, Siswi SMA Pancasila 1, nekat menenggak cairan pengharum ruangan, meski nilai UN belum diumumkan secara resmi. Di SMKN 3 Muara Jambi, Wahyu Ningsih mengakhiri hidupnya dengan makan obat pestisida gara-gara tidak lulus UN. Di kampung saya, gagal UN bisa jadi aib seumur hidup bahkan sampai 3 turunan.Ironis memang.


Pendidikan Indonesia cukup unik. Negeri heterogen dengan 350 etnis suku serta 483 bahasa dan budaya harus distandarisasi kecerdasan bangsanya melalui beberapa mata pelajaran (Mapel) pilihan.Terus yang memiliki kecerdasan selain Mapel pilihan itu gimana? Bisakah kita menerima penilaian tunggal UN yang menitik beratkan pada kemampuan kognitif? Atau adakah penilain lain yang lebih manusiawi dalam melihat kecerdasan siswa?

Multiple intelligence sebagai pandangan baru yang menghargai ragam kecerdasan anak,mencoba menawarkan system penilaian humanis. Namanya penilaian otentik. Berbeda dengan penilaian sebelumnya yang Kognitif Minded, Penilaian otentik merekam semua kecerdasan anak meliputi keterampilan berpikir (kognitif), keterampilan berkarya (Psikomotorik), serta Keterampilan bersikap (afektif). Anak tidak hanya dinilai dari secarik kertas, tapi juga dari kesantunanya bertutur, kesopanan, kejujuran, tanggungjawab termasuk sikap social dan spritual.

Penilaian otentik juga memangkas budaya lama yang menyesatkan. Konsep rangking-rangkingan tidak dianut lagi dalam penilaian ini.Sebagai gantinya Penilaian otentik bermahzab Ipsative,hasil belajar siswa dinilai dari perkembangan siswa itu sendiri sebelum dan sesudah mendapatkan materi pembelajaran (Munif Chatib, Sekolahnya manusia 2014).

Dengan konsep ipsative, Kecerdasan anak tidak dibandingkan dengan anak lain. Setiap anak adalah pribadi yang unik. Setiap anak adalah juara. Setiap kecerdasan anak tidak dikompetisikan tapi dikolaborasi menjadi sebuah karya.Kecerdasan dikembalikan hakikat sejatinya. Bukan berwujud Prestise pada nilai rapor tertinggi melainkan asas benefiditas ; ilmu yang bermanfaat.

Penilaian otentik berbasis proses. Sangat berbeda dengan penilaian standar yang dilakukan diakhir pembelajaran, biasanya ulangan harian, mid semester, semester,dll. Penilaian otentik mengapresiasi kerja keras siswa dalam proses pembelajaran. Kejujuran, kedisiplinan, kerjasama dan berbagai interaksi siswa dalam pembelajaran,masuk dalam criteria penilaian. Jadi tidak sebatas tes diatas kertas.

Soal yang berkualitas adalah soal yang dapat dikerjakan. Hal ini mungkin menggemparkan para guru yang doyan membuat soal sulit. Penilaian otentik yang bercorak ability test (sesuai kemampuan) menganggap penilaian sebagai sarana untuk memotivasi. Bukan sarana untuk menjudge siswa mampu atau tidak mampu. Penilaian otentik dilakukan agar semua siswa berhasil.

Penilaian otentik memberlakukan siswa sebagai pribadi yang unik. Dengan konsep discovering ability, guru memberikan ruang bagi ragam kecerdasan siswa dalam menyelesaikan persoalan (test). Jika tidak bisa dijawab secara tertulis, mungkin bisa didiktekan, dinyanyikan, digambarkan, dibuatkan puisi, pantun, video atau diproyeksikan dalam gerakan tubuh. Sekali-kali, yuk tantang murid-murid kita menyelesaikan persoalan IPA dengan puisi.Unik-kan

Keunggulan lain dari penilaian otentik adalah menawarkan lingkungan yang menarik, aktif, hidup dan menyenangkan.Siswa tak perlu cemas berburu rangking atau takut nilainya rendah dibanding anak lain. Semua siswa bebas saling berinteraksi dan bekerja sama dalam pembelajaran.

Bentuk test pun didesain agar multi jawaban. Penilaian otentik menghindari jawaban tunggal. Sehingga setiap anak dipantik untuk kreatif dalam menyelesaikan persoalan. Jika menggunakan taksonomi Bloom, Model soal tidak lagi berkutat pada hafalan (Mengetahui dan memahami) seperti ‘Dimanakah tempat kelahiran Sultan Hasanuddin?’atau ‘Apa yang dimaksud dengan Ilmu ekonomi?’. Soal didesain agar memantik High order thingking (Kemampuan analisis, aplikasi,Sintesis, dan Evaluasi) misalnya,‘Apa yang terjadi jika rakyat yang dipimpin sultan Hasanuddin tidak berani melawan penjajah?’atau “Bagaimana pengaruh maraknya penjual nasi kuning terhadap perekonomian kota Baubau?.

Guru-guru juga tidak perlu repot melarang siswa untuk melihat buku. Wong jawabannya tidak ada di buku. Buku hanya pengantar siswa dalam memecahkan masalah. Model Open Book ,melatih siswa akrab dengan literasi informasi dan Menghidupkan otak analitis kreatif (Neokorteks). Berbeda jauh dengan close book yang cenderung memaksa pada satu jawaban tertentu (Otoriter) juga sebatas menjiplak isi buku. Kalau tidak salah, einsten pernah berkata, “Otak saya tidak didesain untuk menghafal, tapi menemukan sesuatu”.

Berbeda dengan rapor standart yang hanya berwujud tulisan pada lembar kertas.Penilaian otentik menghasilkan produk-produk kreatif yang bermanfaat. Termasuk Portofolio yang berisi rekam karya siswa selama pembelajaran. Orang tua juga bisa mengetahui secara kongkret kekurangan dan perkembangan anak. Hal ini dikarenakan raport otentik menjelaskan secara detail perkembangan di tiga ranah kecerdasan (Kognitif,Psikomotorik,Afektif) Misalnya pada ranah Psikomotorik, ‘Dalam menulis kalimat dalam surah An-Nasr, dari segi perencanaan baik sekali, namun dari segi hasil dan estetika masih memerlukan usaha bimbingan lebih lanjut’. Bandingkan dengan raport standart,‘matematika : 60’, apa nih artinya? Bidang mana dari matematika yang harus diperbaiki? kriteria mana yang masih kurang dan butuh bimbingan lebih lanjut?. Masih abstrak.

Memang dalam pelaksanaan penilaian otentik sebagai standar penilaian kurikum 2013, masih banyak sekolah dan guru-guru yang mengeluh. Beberapa sekolah di tanah Buton saja, harus menunda pengambilan rapor otentik. Sebab musababnya hanya berkutat pada wilayah teknis. “kita mau kata-katai apa ini rapor?” kata seorang guru yang baru mendapatkan sampel rapor otentik dari dinas pendidikan. Belum lagi keluhan lain seperti bikin repot, bingung inputnya, rapor tidak penting lagi karena tidak ada rangkingnya, Kurangnya sosialisasi dan lain sebagainya.

Namun diluar keluhan teknis itu, substansi penilaian otentik bukanlah menambah kerepotan tapi meredefenisi makna keserdasan. Lebih humanis dalam memaknai kecerdasan dari berbagai aspek. Tidak sebatas kemampuan diatas kertas. Sungguh tidak satupun entitas di planet ini termasuk anak kita yang tercipta tanpa guna. Semua menggoreskan pena kecerdasannya dalam berbagai rupa. Laksana pelangi, penilaian otentik menyuguhkan keindahan itu dalam berbagai warna.


Menyuapi husain harus dibarengi dengan keterampilan story telling. Anak ini susah makan kalau tekniknya konvensional. Harus ada cerita kreatif yang lucu, menggugah perasaan, lengkap dengan latar suara yang menyentak-nyentak.

Seperti saban hari, saya kisahkan pesawat inggris melewati camp auswitch di perang dunia kedua. Matanya terbelalak melihat monyong bibir saya meniru pekik burung besi. Saya tidak tahu apakah dia terkesima dengan cerita atau jijik melihat bentuk mulut bapaknya. Yang pasti, gerombolan burung besi yang membawa nasi dan ikan goreng berhasil mendarat mulus di mulutnya. 

Bagaimana menurut anda jika dahan pohon pisang dipaksakan menjadi tiang Kasulana Tombi (Tiang Bendera Buton)?  Pohon tomat dijadikan penyangga rangka atap?Atau mengharapkan buah yang manis dari pohon jati? Pasti anda akan tertawa terkekeh-kekeh dan mengatakan bahwa ituadalah hal yang bodoh, gila dan kurang kerjaan. Sayapun sependapat dengan anda bahwa hal itu adalah sesuatu yang aneh. 

Mama Jana paham betul bagaimana ikan yang baik untuk parendenya. Tekstur, aroma, dan  kesegaran ikan ; bumbu mana yang cocok untuk ikan ; berapa lama memasak ikan ; sampai cara penyajian. Begitu juga dengan penjual kasoami. Ina-ina kita pasti tahu kaopimana yang baik untuk kasoaminya ; bagaimana cara mengukus yang baik ; bagaimana cara menjaga kasoami agar tetap mambaka untuk disantap. Kita dapat mengatakan Ina-ina kita dan Mama Jana begitu profesional karena mengerti tentang bahan utama ; Kaopi dan ikan yang diolah menjadi kuliner Buton yang nikmat. Bagaimana dengan guru dan orang tua? Seseorang bisa dikatakan guru atau orang tua yang profesional ketika paham betul bahan utama kecerdasan (baca : otak) yang selama ini diolah menjadi anak yang berguna.

“Angka-angka yang ada dalam Raport sekolah yang di sebut sebagai nilai dari anak-anak kita hanya berguna untuk bisa naik kelas dan lulus di sekolah, tapi yg dibutuhkan untuk naik kelas dan sukses di kehidupan nyata bukan angka-angka tersebut melainkan sebuah Visi hidup yg jelas, Kreatifitas dan Karakter yang Positif.” -Robert Kyosaki-


“Berikan saya anak paling bodoh di Tolikara, saya akan menjadikannya juara dunia” tantang Yohanes Surya. Profesor yang ahli dalam fisika ini tidak main-main dengan ucapannya. Dalam sebuah gerakan mencerdaskan anak-anak di Papua. Yohanes Surya berhasil menyulap anak-anak yang tadinya kurang  PD dan tidak tahu sama sekali matematika menjadi anak yang penuh harapan dan sangat antusias dalam menjawab soal-soal matematika. Believe it or not, perubahan itu dilakukan hanya dalam tempo sebulan. Mau tahu rahasia sulap dari pendiri Surya University ini? Yuk kita simak kisahnya.

"Saya menghimbau kepada seluruh kepala sekolah untuk tidak merayakannya di sekolah, karena valentine day bukan budaya kita, apalagi melanggar nilai-nilai budaya di daerah kita,". Demikian seruan kadis DIKMUDORA kota Baubau yang saya ikat dari Koran local.

Terus bagaimana dengan goyang itik kemarin pak? Apakah itiknya itik local atau itik impor? Bagaimana juga dengan lomba karaoke guru-guru yang diringi joged nyawer tahun 2015? Edannya, lomba itu dikemas dalam peringatan hari pendidikan. Apakah nyawernya sejalan dengan budaya kita ?
Adakah juara dunia dalam dua bidang sekaligus? Tiba tiba ada atlet yang juara renang sekaligus juara tinju dunia. Yah, kabar itu jarang ada. Bahkan hampir mustahil. Mengapa? Karena World Class hanya diraih oleh mereka yang fokus dalam hidup. Entah itu dalam dunia olahraga, kerja, terlebih lagi dalam pendidikan dan mengakhiri jomblo. Eh, keceplosan.

Siapa bilang nikah itu enak. Bohong tuh. Bualan belaka. Itu hanya halusinasi bujang yang kelamaan menjomblo. Kenyataan dilapangan justru berbanding terbalik dengan mimpi-mimpi indah. Asal tahu saja, menikah itu nikmatnya hanya satu persen, yang Sembilan puluh Sembilan persennya, nikmat sekali mas bro. So, nikah yuk.

Nak, abi mencintai Ummimu sejak zaman SMP dulu. Sejak rambut Ummimu masih di kepang dua. Sejak Dao Ming Shi dan geng F4-nya masih merajai televisi Indonesia. Geng abi juga dulu dinamai F16. Serasa abi menjadi Dao Ming Shi dan Ummimu Sancai si Rumput Liar.

Menjawab tanya ‘mengapa ingin menulis’ sama seperti menerka ‘mengapa jatuh cinta’. Susah diikat secara utuh. Dua-duanya masalah hati. Jika masih mau mengungkap, mari simak lima kisi-kisi cinta dalam menjawab alasan menulis. Cirinya hampir sama dengan mereka yang dilahap asmara.

Kebahagiaan hari ini tumpah ruah di Kotamara, menikmati sunset sambil menulis bareng bersama istri. Jarang-jarang kedua kegiatan itu berlangsung dalam satu moment. Menulis yah...menenggelamkan jiwa dalam lautan makna. Sementara bersama istri adalah membenamkan hati dalam samudra cinta.

"Tak seorang pun yang ada dihatiku" lantunan biduawan cetar menghibur acara nikah. Sungguh, saya tidak tahu siapa yang duduk di pelaminan. Satu - satunya informasi yang ada di kepala adalah istri tak sempat masak. Jadi siang ini, makan siangnya di pesta. 

Bersama istri, saya menggantikan ayah menghadiri perjamuan nikah. Tempat ini begitu asing, hanya satu dua orang yang saya kenal.


Beruntunglah jika cinta membuncah di dadamu. Apapun yang engkau sentuh akan menjadi karya. Seperti eleksir, cinta merubah sepercik air jadi mutiara, pecundang jadi pujangga. Berjuta lagu, puisi, prosa, film, novel, dan lain sebagainya hadir dalam jamuan cinta. Begitulah, sejak dulu cinta selalu berhasil merobek kekalutan manusia dalam ekstase rasa dan karya.

Pagi ini berbeda dari pagi sebelumnya. Tak ada bau anyir yang pekat di karpet. Tak ada keributan kecil yang mengganggu tidur. Tak ada cengengesan minta donat. Tak ada seyum yang berhias iler kering. Yah, pagi ini agak aneh tanpa husain.

Jadilah pagi ini milik kami berdua. Pasutri yang genit nan romantis.

Apa jadinya jika tulang rusukmu 'kebesaran',kurang pas, hingga menyesakan dada? Pun bagaimana kisahnya kalau tulang itu 'kekecilan', sampai membuatmu susah bernapas?

Istripun seperti itu. Jangan kira setelah ijab qabul langsung plong bernapas. "Inilah tulang rusukku yang hilang" Sabar bro, operasi 'sambung tulang' baru saja dimulai.


 Stephen king pernah berujar menulis adalah mencipta, dalam suatu penciptaan seseorang mengarahkan seluruh jiwa dan nafas hidupnya.

Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jalan kaki juga. Sepandai-pandainya wanita mengumpat cinta, pasti akan nampak dari matanya. Masa sih? Cinta memang dzat yang aneh. Manusia jika sudah kena candunya, susah untuk mengelak. Mau menghindar bagaimana lagi jika cinta sudah menjadi eksistensi diri─Mengganti diri kita menjadi jiwa yang baru.

Bohong jika saya mengatakan bahwa tingkah anak saya selalu baik, lucu dan menggemaskan. Kadang-kadang husain bisa tampil menjengkelkan, memancing amarah, juga bikin stres.Yah, namanya juga anak anak dan emosi papa muda yg gampang ON.

Melarung dalam makna sebuah tulisan punya kenikmatan tersendiri. Mencoba bercengkrama dengan hati penulis yang sejati. Terkadang saya tersenyum, pilu, marah bahkan sedih sendiri. Pun meneteskan air mata suci lelaki.

Jika perjanjian hudaibiyah berhasil mendamaikan kaum muslimin dan suku quraish. Maka perjanjian taro snack pagi ini berhasil mendamai perseteruan uut dan husain.
Sejak kemarin mereka terlibat perang urat saraf. Uut sering datang pamer uang dan mainan barunya. Sementara husain tersiksa dengan kepo yang tak berbalas. Jadilah dua bocah ini rawan konflik. Propaganda sedikit, dibalas dengan tingkah anarkis.

Seperti ritual biasa saat pulang kampung, subuh ini saya menunggu siraman ruhani di masjid darusalam sampuabalo. Masjid di kampung yang hari ini ─menjelang 17 ramadhan─sudah mulai sepi pengunjung.

Penyiram ruhani itu adalah ayah saya. Memang, ini momen yang biasa, karena saya sudah bisa menebak ceramah kali ini pasti seputar cerita hikmah. Entah itu cerita cerita pasutri, kehidupan masyarakat desa atau kisah-kisah inspiratif. Namun, selalu saja, saya masih menunggu dengan antusias.

Benarkah kenangan indah akan lenyap tergerus waktu? Tentang aku, kau, kita dan seluruh kenangan terbrengsek yg pernah kita lalui dimasa putih abu-abu. Brengsek? Yah, kalian adalah kumpulan mahluk terbrengsek yang ngangenin. Yang bisa membuatku tertawa sambil menangis. Galau sambil guling-guling tak karuan. Juga mengenal aneka jenis cinta. Entah itu cinta ingusan, cinta sejati, cindolona tape, juga cinta abu-abu monyet.

Pernahkah kita merenung jika suatu hari mata ini buta? Tak bisa menatap kemilau mentari. Tak mampu lagi menikmati indahnya pelangi yang beraneka warna. Dan tentunya─ ini mungkin tak diharapkan─ kita tak bisa melihat lagi orang yang kita cintai. Lalu bagaimana menemukannya? Yang mana kekasih hatiku?

Selalu saja ada cerita menarik saat pulang kampung. Mengunjungi sanak saudara baru yang ramah dan penuh kasih sayang . Pun anak-anak desa yang selalu riang bermain. 

Namun bulan ini agak berbeda. Suasana kampung begitu religi. Apalagi minggu ini  lagi berlangsung perlombaan memperingati Nuzulul Qur’an. Masjid jadi ramai meski menjelang akhir puasa. Anak-anak desa sampuabalo punya kesibukan baru : ada yang berlatih Adzan, ceramah, dan hafalan surah pendek.

Nikah masal yuk. Begitu saran saya dirapat SMADA 06 BAUBAU. Agak gila memang, berhubung nikah masal adalah hal yang baru dan sepertinya masih tabu dilakukan di kampung tercinta.
Namun saya tidak main-main dgn ide itu. Saya sedih aja mendengar raungan jomblo di tepi kepala tiga hari ini. yah, kami skrng tidak muda lagi. Uda alumni satu dekade SMA. Uda sepuluh tahun mas bro. Uda baxk teman, orang tua, tante, nenek, tetangga ampe ibu ibu majelis taklim yg tanya "kapan nikah?"

Kalau anda dititipi anak presiden,
Bagaimana mengasuh dan menjaganya?
Beranikah anda membentaknya sedikit saja?
Pasti nggak kan?
Nah, sekarang yang nitip bukan presiden
Tapi yang jauh lebih kuasa dari presiden, yaitu Allah SWT
Beranikah anda membentak, memarahi, mencubit,
menyentil bahkan memukul?
Jika anda pernah melakukannya,
kira-kira nanti di hari akhir
apa yang anda jawab saat ditanya Pemiliknya?
- Elly Risman -
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Categories

  • CANDU CINTA
  • CURHAT PAPA MUDA
  • EDUCATION
  • GURU MUDA
  • Parenting
  • WRITING

POPULAR POSTS

  • MY DAD IS A LIAR
    Bagaimana perasaan Anda jika dibohongi oleh orang yang paling disayangi? Apalagi pembohong itu adalah orang tua kita sendiri? Hati siap...
  • Menulis itu seperti menyelam
      Menulis itu tak seperti trick sulap. Ketika mengucap ‘simsalabim abracadabra’, tring… langsung bisa menulis. Cara seperti itu h...
  • PRAHARA UN
    Ada yang menarik dari pelaksanaan UN Tahun 2014. Nurmilati Abadiah, siswi SMA Khadijah Surabaya, melayangkan surat terbuka untuk menter...
  • SYUKRAN, MONROE!
    Kalau tidak salah, marlyn monroe pernah berkata "anak yang kurang mendapat kasih sayang ayah, akan mencari mencari kasih sayang ...
  • 7 Dosa Guru Tulis
    Yakinlah bahwa menjadi seorang penulis yang baik bukanlah melalui Magical tricks atau Sim salabim abracadabra, tapi hasil dari suat...
  • GURU MUDA, CARA SAYA MENIKMATI HIDUP
    Malam ini saya bertemu lagi dengan anak anak cerdas di elfarooq writing class. Kelas ini berisi 9 anak yang memiliki kelebihan masing m...
  • MENULIS SEBAGAI PROSES MENCIPTA
      Stephen king pernah berujar menulis adalah mencipta, dalam suatu penciptaan seseorang mengarahkan seluruh jiwa dan nafas hidupnya. ...
  • MENJADI PEMBELAJAR SEJATI
    Untuk apa anda belajar? Pertanyaan ini mungkin sederhana, namun jawabannya bisa njlimet jua berbeda beda. Tergantung personnya masing-m...
  • Be Your Self
    Jika manusia bisa dilahirkan kembali, ingin jadi siapakah anda hari ini? Mau jadi Bradpit? Nicholas Saputra? Aliando? Nikita Mirzani? A...
  • LIMA KISI-KISI CINTA DALAM MENJAWAB ALASAN MENULIS
    Menjawab tanya ‘mengapa ingin menulis’ sama seperti menerka ‘mengapa jatuh cinta’. Susah diikat secara utuh. Dua-duanya masalah hati....

Free Writing

  • Odong-odong sang preman garong
  • Ummi…ada ayam di langit
  • Mau ke sekolah abi, mau cari ilmu sampai dapat
  • Mengintip bocah berbaju loreng
  • Mau dididik kemana anak ini ?
  • Bahagia itu sederhana : aku, kau, ummimu dan sepiring pisang epe
  • Tenggelamnya Kapal Nabi Nuh
  • Sabhangka, sahabat se-perahu.
  • Te quiero mucho
  • Jenggot abi coklatos
  • Parende berbumbu cinta
  • Ingin hidup bahagia?, Tulislah tentang cinta.
  • Obat anti galau
  • Cupang merah marun
  • A Bad Dream
  • Bravo papa muda
  • Surga bukan ditelapak kaki Joda
  • Desain Agung Cinta
  • Cinta 96 Km
  • MOS : Masa Orientasi Sepasang Kekasih
  • Cerdas gaul, Cerdas yang dianak tirikan
  • Mahasiswa baru di kampus kehidupan
  • ‘Kasoami’ untuk Bobbi de Porter
  • Konspirasi Jahat
  • Eliksir Cinta
  • Tendangan Unyu
  • My Beautiful Rose

Mengikat Makna

  • Beranda
  • Pencuri karya itu bernama plagiat
  • Taman Baca Yingkita ; Taman Peradaban Iqra
  • Mengikat Makna, that's a good idea

Puisi

  • Bagiku

Mengenai Saya

Foto saya
La Anto
Ayah tiga anak yang susah diam. Founder dan Kepala Sekolah Jelajah Dunia. Menyenangi membaca, menulis, berdiskusi serta bermain dengan Husain,Uwais dan Yugana.
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

  • ▼  2016 (63)
    • ▼  November (1)
      • MY DAD IS A LIAR
    • ►  Oktober (1)
      • GEMPA DAN JAMUAN SULTAN AYDRUS KAIMUDDIN
    • ►  September (7)
      • SEMANGAT PAGI, JOMBLO, DAN KUFUR NIKMAT
      • GENGGAM TANGAN ABI, SAYANG! MARI BERSAMA KITA MELA...
      • ES KRIM NYAMMI DAN MAS TONG TONG BERHATI MULIA
      • MASALAH SEBAGAI MUSIBAH ATAU UJIAN?
      • KEJAHILANMU ADALAH CINTA YANG INGIN DIMENGERTI.
      • MENJADI PEMBELAJAR SEJATI
      • GURU MUDA, CARA SAYA MENIKMATI HIDUP
    • ►  Agustus (34)
      • CINTA, KAPAN AKU TERBEBAS DARIMU
      • TUHAN MENDESAIN JIWA KITA SEBAGAI PEMIMPIN, BUKAN ...
      • RESEP AWET CINTA
      • INDONESIA TANAH AIRKU, TANAH TUMPAH DARAHKU...
      • PAPA MUDA JUGA MANUSIA
      • SYUKRAN, MONROE!
      • INGAT, NAK! DUDUKLAH BERSAMA ORANG BIJAK. BAIK MER...
      • JOMBLO, MANA JOMBLO!
      • SEANDAINYA PAPA MUDA JADI MENTERI PENDIDIKAN
      • SUDAH SIAPKAH SAYA MENINGGALKAN DUNIA BESERTA HUSA...
      • KETIKA AMARAH MENJADI CINTA
      • CINTA, KAPAN AKU TERBEBAS DARIMU
      • PRAHARA UN
      • EMANG GAMPANG JADI DALANG
      • MENDETEKSI KECERDASAN ANAK DARI KENAKALAN, MUNGKIN...
      • PENDIDIKAN RAMAH OTAK
      • SETIAP ANAK ADALAH JUARA
      • BENARKAH ADA ANAK BODOH?
      • PALENTINE DIE
      • CITA CITA JADI PILOT, BELAJARNYA KOK 'PITHENCANTRO...
      • Nikah Yuk !
      • CINTA 96 KM
      • LIMA KISI-KISI CINTA DALAM MENJAWAB ALASAN MENULIS
      • DI BAWAH DEKAPAN LANGIT SENJA
      • UMMI TIDAK RELA SAYANG, KEMBALIKAN ACARNYA !
      • MENULIS DALAM JEMAWA CINTA
      • BOCAH PENGGAYANG LOBUS CINTA
      • TULANG RUSUK DIA YANG ‘KEBESARAN’ ATAU HATI KITA Y...
      • MENULIS SEBAGAI PROSES MENCIPTA
      • SAYA TERIMA NIKAHNYA
      • RITUAL PENGUSIR STRES
      • MEMBACA ; MEMBURU MANUSIA BARU
      • HUDAIBIYAH DAN PERJANJIAN TARO SNACK
      • ORANG PINTAR KALAH SAMA ORANG BEJO
    • ►  Juli (2)
      • AKU, KAU, KITA DALAM REUNI CINTA
      • NYOSOR PIPI ISTRI
    • ►  Juni (5)
      • HAFALAN DOA HUSAIN
      • SAMBIL MENYELAM, MINUM AIR : SAMBIL BERAMAL, LIHAT...
      • RUMAH CONJURING ; RUMAH SEKOLAH TANPA CINTA
    • ►  Mei (9)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
  • ►  2015 (1)
    • ►  September (1)

Ad Banner

Ad Banner
Hidup Adalah Jejak Pengabdian. Diberdayakan oleh Blogger.

IMG Scroll Animation (yes/no)

Total Tayangan Halaman

Search This Blog

Home Style Widget

Recent Posts

Show Sidebar (Default N )

Langganan

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar
Powered By Blogger

Contact us

Nama

Email *

Pesan *

HIDUP ADALAH JEJAK PENGABDIAN

Menjejak indah di dunia . Mengabdi untuk SANG KEKASIH

Apa kabar hari ini?

  • Menulis itu seperti menyelam
      Menulis itu tak seperti trick sulap. Ketika mengucap ‘simsalabim abracadabra’, tring… langsung bisa menulis. Cara seperti itu h...

About Me

KUSAMBUT MASA DEPAN LEWAT LANGKAH HARI INI

MY DAD IS A LIAR

Bagaimana perasaan Anda jika dibohongi oleh orang yang paling disayangi? Apalagi pembohong itu adalah orang tua kita sendiri? Hati siap...

Masa lalu ternyata indah

  • MY DAD IS A LIAR
    Bagaimana perasaan Anda jika dibohongi oleh orang yang paling disayangi? Apalagi pembohong itu adalah orang tua kita sendiri? Hati siap...

Advertisement

Suhardiyanto88@gmail.com

Copyright © 2016 SUHARDIYANTO. Created by OddThemes