Cemburu
bagi lelaki adalah kewajiban, namun untuk wanita adalah petaka. Kok bisa? Yang
wanita jangan ngamuk dulu yah. Saya punya beberapa alasan. Pokoknya duduk manis
dan jauhkan benda tajam, tali jemuran atau
kopi sianida dari dekat anda.
Jika
manusia bisa dilahirkan kembali, ingin jadi siapakah anda hari ini? Mau jadi
Bradpit? Nicholas Saputra? Aliando? Nikita Mirzani? Atau Oky Setiana Dewi? Jika
ingin melihat kemiripan anda dengan artis, facebook menyediakan fitur itu.
Apa arti kejutan untuk kalian?
Saya mengikat makna yang menarik dari buku padang
bulannya Andrea Hirata. Tentang kisah pasutri : Zamzami dan Syalimah. Mereka
adalah keluarga miskin. Namun kemiskinan tak mengekang Zamzami untuk menghujani
istrinya dengan cinta. Yah, lewat sebuah kejutan, lelaki pendulang timah itu
ingin membahagiakan wanita yang sangat dicintainya.
Menemani
istri yang lagi ngidam itu berjuta rasanya. Kadang semanis kembang gula, kadang
memahit selaksa kembang pare. Tapi hari ini kita akan membahas enaknya aja.
Berhubung kalau dibahas buruknya,itu aib mas bro. Pun bisa berbahaya. Kamu tahu
kan Hulk─Mahluk
yang berubah jadi jelek kalau lagi ngambek. Wanita yang merasa tak dimengerti
pria, bisa menjelma menjadi teeettttttttttttt……(Sensor)!!!!!
Yakinlah bahwa
menjadi seorang penulis yang baik
bukanlah melalui Magical tricks atau Sim salabim abracadabra,
tapi hasil dari
suatu kerja keras
Senny Suzanna
Alwasilah
Verba Volant, Scripta Manent : Yang terucap
menguap, yang tertulis abadi. Begitulah pepatah latin yang menggambarkan
pentingnya menulis. Boleh jadi seorang intelektual memiliki kecerdasan yang
cemerlang, piawai beretorika, namun jika tak melahirkan tulisan, maka ia akan musnah
dari peradaban. Saya teringat kalimat dahsyat dari Tan malaka "Ingatlah
bahwa dari dalam kubur, suara saya akan lebih keras dari pada di atas
bumi."
Cinta bukan untuk di defenisikan tapi untuk dirasakan. So, sudahlah, cinta tak butuh retorika.
Buanglah surat sempalanmu itu dari hadapan cinta. Sekuat apapun logika yang kau
bangun, semua akan runtuh dihadapannya.
Semakin kau batasi cinta dengan rengkuhan kata-kata, cinta selalu
berkelit, karena memang dia tercipta bukanlah dari manisnya lidah.
“Abi jangan pergi, temani dulu Husain main
mobil-mobil”. Ujaran Husain malam ini begitu menghujam kerelung hati. Husain
juga butuh waktu bermain dari bapaknya. Sungguh, anak tidak hanya butuh nasi
untuk sumber tenaga, tapi juga cinta sebagai sumber energy bagi hidupnya jiwa.
Sayangnya, banyak orang tua melupakan hal itu.
Jangan tunggu sampai besok apa yang bisa kita lakukan
hari ini. Kalimat bijak ini punya energi besar yang menggerakan. Benar, manusia
sering terlena dengan kenyamanan yang diperolehnya hari ini. Mereka enggan
mencoba sesuatu yang baru atau mengembangkan apa yang sudah diperolehnya. Yang penting bisa selamat deh, tidak usah
repot-repot, kan hari ini hidup uda
nyaman
Tahukah kalian kerugian terbesar manusia?
Kehilangan istri? Kehilangan jabatan? Atau kehilangan kecantikan dan
ketampanan? Semua punya jawaban masing-masing. Menurut saya, kerugian terbesar
manusia terjadi tatkala manusia kehilangan dimensi spiritual dalam dirinya.
Orang beriman tak akan terpuruk
walaupun kehilangan istri, jabatan, kecantikan, kekuasan, dan lain sebagainya.
Mengapa? Karena dia meyakini bahwa hidup ini hanyalah sementara. Ada yang
selalu bersamanya dalam menjalani tapak hidup yang fana ini. Olehnya , dia tak
mudah goyah oleh himpitan nestapa. Bukankan orang yang beriman yakin dalam doanya
“Ya Tuhanku, hanya kepadaMu hamba bersimpuh, hanya kepadaMu hamba meminta
pertolongan. Sungguh Engkaulah Pemilik hidup dan matiku”
Inilah yang menjadi kekuatan manusia
yang di dadanya membuncah keimanan. Iman memperteguh hati manusia saat
kehilangan hiasan-hiasan dunia. Imanlah yang menciptakan sikap optimis dan
melapangkan dada manusia agar kuat menghadapi ketirnya kehidupan. Iman juga
menjadi suluh, agar manusia melek dari tipu muslihat dunia.
Dan yang lebih hebat lagi, Iman itu
seperti anti virus. Membunuh berkembangnya harapan-harapan setan yang
berkelebat di hati manusia. Apa harapan-harapan setan itu? Harapan-harapan yang
menjadikan manusia menghambur-hamburkan kekuatan pikiran dan imajinasinya
secara percuma.
Tidak sedikit manusia yang yang
terinveksi ‘harapan setan’ : Ingin harta melimpah dengan menghalalkan segala
cara, Ingin wajah istri cantik hingga kiamat, Gila hormat dari manusia, atau
ingin hidup abadi di dunia.
Harapan setan ini mengingatkan saya
pada wejangan Gandhi, “Dunia ini cukup untuk tujuh turunan manusia, namun tidak
cukup untuk seorang manusia serakah, meski dihamparkan tujuh dunia”. Manusia
serakah adalah pasien pengidap harapan setan.
Al Quran sebagai cahaya kehidupan
telah memperingatkan kita akan bahaya virus setan. Setan memberikan janji dan harapan kepada manusia, namun ketahuilah
bahwa harapan-harapan itu adalah dusta, itu tidak lain tipuan semata. So,
jika ingin hidup bahagia, mulailah dengan memerangi segala bentuk khayalan dan
harapan dusta yang akan menipu. Jadikan iman sebagai bahtera dalam menghadapi ketirnya
samudera hidup. Jika Sang Maha Pemberi Kemudahan, hidup di hati kita. Maka
beban mana lagi yang kita risaukan.
Mengikat Makna
6.57,
21 Mei 2016
“Abi, Husain mandi hujan
e?”
“Ayo nak, kita mandi
sama-sama ”
Siang
ini, saya asik mandi hujan bersama husain dan anak-anak kompleks. Tidak seperti
biasanya, hujan kali ini deras sekali. Kami sibuk berlarian di lorong-lorong
kompleks sambil berkejaran dan tertawa riang. Saya satu-satunya orang tua yang
ada dalam kelompok bermain itu. Agak janggal memang. Penghuni kompleks mungkin
bertanya-tanya. Kok ada papa muda yang seliar itu.
Menulis
itu tak seperti trick sulap. Ketika mengucap ‘simsalabim abracadabra’, tring…
langsung bisa menulis. Cara seperti itu hanya ada di film-film saja. Dalam
kehidupan nyata, menulis adalah sebuah keahlian yang membutuhkan proses. Tak
bisa sekali jadi. Tak bisa juga di kuasai hanya dengan berteori saja. Jari,
hati dan pikiran kita harus di habitkan.
Baru-baru ini, dunia pernovelan Indonesia
dikagetkan dengan berita besar. Tere Liye di-bully berjamaah. Ribuan cacian datang tidak hanya dari ahli sejarah
tapi juga para penggemarnya. Masalahnya kecil, sesingkat satu paragraf. Tapi sayang
konsekuensinya besar. Semua dimulai dari sejumput goresan pena. Karena nila
setitik rusak susu sebelanga, karena faham terlanjur diketik rusak nama
selamanya.
Sudah dua tahun bocah gaul La oti
tidak bersenda gurau lagi bersama Wa oti. Sejak berkawan dengan Richard,
Charles dan Avril, Bocah kampung ini telah di baiat menjadi masyarakat
perkampungan dunia. Tidak ada lagi Enggo,
Kasedhe-sedhe, Ka mpa-mpa, atau peka sidu-sidu. Semua digantikan
dengan Facebook, Tweeter, Game Online dan Instagram. Identitas ‘La’ pun sudah
dicabut dari namanya. “Panggil saya, Oti Anak-ny@ Gehool” begitulah la oti
mendeklarasikan status barunya. Mendeklarasikan hijrah budayanya.
Mama Jana paham betul bagaimana ikan yang baik untuk parendenya. Tekstur, aroma, dan kesegaran ikan ; bumbu mana yang cocok untuk ikan ; berapa lama memasak ikan ; sampai cara penyajian. Begitu juga dengan penjual kasoami. Ina-ina kita pasti tahu kaopimana yang baik untuk kasoaminya ; bagaimana cara mengukus yang baik ; bagaimana cara menjaga kasoami agar tetap mambaka untuk disantap. Kita dapat mengatakan Ina-ina kita dan Mama Jana begitu profesional karena mengerti tentang bahan utama ; Kaopi dan ikan yang diolah menjadi kuliner Buton yang nikmat. Bagaimana dengan guru dan orang tua? Seseorang bisa dikatakan guru atau orang tua yang profesional ketika paham betul bahan utama kecerdasan (baca : otak) yang selama ini diolah menjadi anak yang berguna.
Sebagai papa muda, hati saya mengharu biru membaca buku ayahnya andrea hirata. Mungkin karena jiwa kebapakan saya mudah terenyuh oleh lakon sobari sang tokoh utama. Atau karena anaknya, zoro, bocah puitis yang sangat berbakti pada orang tua. Saya jadi teringat Husain, anaku. Sehabis membaca novel itu, saya segera membangunkannya dari tidur, memeluknya sambil mengajaknya jalan-jalan ke kotamara. Tak lupa mentraktraktir nasi kuning ‘mama ade’. Husain hanya melongo, pagi itu begitu berbeda dari pagi sebelumnya. What’s wrong with my abi.
Apakah si
kecil susah diajak tenang untuk belajar? selalu bergerak liar.
Dikit-dikit lari, lompat, jungkir balik, atau guling-guling. Suka nyeletuk.
Suka manjat pohon. Suka bersenandung. Suka melukis gambar abstrak di dinding
rumah. Berbahagialah karena si kecil begitu normal, cerdas dan memiliki
energi yang luar biasa untuk menjadi pemimpin masa depan. Wah….bisanya itu?.
Bisa toooh…,”bongkar kebiasaan lama” kata bang Iwan Fals. Mari mengenal
pandangan baru dalam memahami kecerdasan. Lebih humanis dalam menyikapi
perbedaan. Sebuah arus pemikiran baru dari Howard Gardner yang menarik
ilmu psikologi dan neurologi ke ranah edukasi. Dunia mengenalnya dengan
Multiple Intelligences (MI).
Categories
POPULAR POSTS
-
Bagaimana perasaan Anda jika dibohongi oleh orang yang paling disayangi? Apalagi pembohong itu adalah orang tua kita sendiri? Hati siap...
-
Kalau tidak salah, marlyn monroe pernah berkata "anak yang kurang mendapat kasih sayang ayah, akan mencari mencari kasih sayang ...
-
Ada yang menarik dari pelaksanaan UN Tahun 2014. Nurmilati Abadiah, siswi SMA Khadijah Surabaya, melayangkan surat terbuka untuk menter...
-
Menulis itu tak seperti trick sulap. Ketika mengucap ‘simsalabim abracadabra’, tring… langsung bisa menulis. Cara seperti itu h...
-
Yakinlah bahwa menjadi seorang penulis yang baik bukanlah melalui Magical tricks atau Sim salabim abracadabra, tapi hasil dari suat...
-
Jika perjanjian hudaibiyah berhasil mendamaikan kaum muslimin dan suku quraish. Maka perjanjian taro snack pagi ini berhasil mendamai p...
-
Diriwayatkan ummu husain dari mas tong-tong yang sering lewat depan rumah : "Bocah itu (baca : Husain) membawa es krim dengan kedu...
-
Mama Jana paham betul bagaimana ikan yang baik untuk parende nya. Tekstur, aroma, dan kesegaran ikan ; bumbu mana yang co...
-
Malam ini saya bertemu lagi dengan anak anak cerdas di elfarooq writing class. Kelas ini berisi 9 anak yang memiliki kelebihan masing m...
-
Sebagai papa muda, hati saya mengharu biru membaca buku ayahnya andrea hirata. Mungkin karena jiwa kebapakan saya mudah terenyuh oleh lak...
Free Writing
- Odong-odong sang preman garong
- Ummi…ada ayam di langit
- Mau ke sekolah abi, mau cari ilmu sampai dapat
- Mengintip bocah berbaju loreng
- Mau dididik kemana anak ini ?
- Bahagia itu sederhana : aku, kau, ummimu dan sepiring pisang epe
- Tenggelamnya Kapal Nabi Nuh
- Sabhangka, sahabat se-perahu.
- Te quiero mucho
- Jenggot abi coklatos
- Parende berbumbu cinta
- Ingin hidup bahagia?, Tulislah tentang cinta.
- Obat anti galau
- Cupang merah marun
- A Bad Dream
- Bravo papa muda
- Surga bukan ditelapak kaki Joda
- Desain Agung Cinta
- Cinta 96 Km
- MOS : Masa Orientasi Sepasang Kekasih
- Cerdas gaul, Cerdas yang dianak tirikan
- Mahasiswa baru di kampus kehidupan
- ‘Kasoami’ untuk Bobbi de Porter
- Konspirasi Jahat
- Eliksir Cinta
- Tendangan Unyu
- My Beautiful Rose
Mengikat Makna
Puisi
Mengenai Saya
- La Anto
- Ayah tiga anak yang susah diam. Founder dan Kepala Sekolah Jelajah Dunia. Menyenangi membaca, menulis, berdiskusi serta bermain dengan Husain,Uwais dan Yugana.
Arsip Blog
Ad Banner
Hidup Adalah Jejak Pengabdian. Diberdayakan oleh Blogger.















